Didalam islam jual beli diatur dengan sangat detail dan rapih sehingga transaksi jual beli sebagai bentuk muamalah maaliyah yang dilakukan oleh manusia menjadi sebuah transaski muamalah yang di halalkan oleh Allah dan Insya Allah bentuk dari ibadah yaitu ibadah muamalah maaliyah yang berhubungan antara manusia dengan manusia dengan cara memperoleh harta.

Yang pertama jual beli didalam islam itu mempunyai aturan ada rukun dan ada syaratnya yang harus diperhatikan oleh seluruh muslim.

Jual beli didalam islam itu artinya tukar Menukar Barang yang berakhir dengan perpindahan kepemilikan. Misal dari si A memiliki Uang dan B memiliki Handphone, A akan memberikan uang kepada B dan B memberikan Handphone kepada si A.

Jual beli didalam islam ditinjau dari serah terima barang itu ada 4 :

Yang pertama barangnya Cash dan uangnya Cash itu disebut juga dengan jual beli cash/tunai.

Yang kedua jual beli barangnya diberikan Cash, sedangkan uangnya diserahkan tidak Cash. Dalam islam disebut dengan jual beli kredit. Dalam islam disebut juga jual beli ajil.

Yang ketiga jual beli uangnya 100% Cash didepan dan barangnya belakangan, ini namanya jual beli salam.

materi salam akan kita jabarkan lebih lanjut secara khusus diartikel syarat dan ketentuan jual beli salam termasuk jual beli yang khusus dalam islam, dimana barang belakangan tapi uang 100% didepan.

Berikutnya yang ke empat adalah jual beli barangnya belakangan (tidak cash) dan uangnya belakangan (tidak cash) tetapi harga sdah ditetapkan hari ini.

Contoh, mau beli barang iya harganya 500 ribu, barangnya kapan datang? Minggu depan uangnya kapan dibayar? Minggu depan. Dalam islam namaya jual beli hutang dengan hutang. Ini adalah jual beli yang diharamkan dalam islam.

Jadi, dari ke empat itu ditinjau dari segi serah terima barang dalam islam tadi yang diharamkan adalah jual beli hutang dengan hutang. Itu titik kritis jual beli dalam islam yang pertama.

Berikutnya yang perlu kita perhatikan didalam islam orang sering tidak mengetahui syarat sah nya jual beli. Orang banyak mengatakan syarat sah jual beli ada penjual ada pembeli dan ada akad, itu bukan syarat tapi itu adalah rukun jual beli.

Sedangkan syarat jual beli ada beberapa, salah satu yang terpenting adalah saling ridho diantara keduanya (penjual & pembeli) menjadi syarat yang mutlak.

Berikutnya yang tidak kalah penting dalam syarat sah nya jual beli barang harus dimilki oleh penjual supaya bisa diserah terimakan.

Jadi syarat sahnya jual beli yang pertama saling ridho, yang kedua adalah milik penjual dan barang tersebut bisa diserah terimakan.

Nah ini yang sering terjadi didalam jual beli khususnya online tidak memenuhi syarat ini.

Dimana biasanya jual beli di online barangnya belum ada dia jual gambar saja, nanti orang baru membeli barang setelah ada pesanan atau uang masuk ke rekening yang bersangkutan, nah ini dilarang oleh Rasulullah sollahu alaihi wasallam.

Rasulullah bersabda :

عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِى الرَّجُلُ فَيُرِيدُ مِنِّى الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِى أَفَأَبْتَاعُهُ لَهُ مِنَ السُّوقِ فَقَالَ : لاَ تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

Dari Hakim bin Hizam, “Beliau berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, ada orang yang mendatangiku. Orang tersebut ingin mengadakan transaksi jual beli, denganku, barang yang belum aku miliki. Bolehkah aku membelikan barang tertentu yang dia inginkan di pasar setelah bertransaksi dengan orang tersebut?’ Kemudian, Nabi bersabda, ‘Janganlah kau menjual barang yang belum kau miliki.‘” (HR. Abu Daud, no. 3505; dinilai sahih oleh Al-Albani).

Nah ini salah satu hadist dari perkara muamalah maliyah bab jual beli yang harus diperhatikan.
Banyak orang melanggar syarat sah nya jual beli karena dia tidak memiliki barang.

Misalnya si A sebagai produsen, si B sebagai reseller dan si C sebagai customer. B hanya punya foto barangnya A, lalu si B menjual barang dengan cara minat ping me. Lalu si C nge ping si B untuk tanya harga ke si B. Lalu si B bilang harganya 500 ribu. Kemudia si C transfer ke si B uang 500 ribu, baru si B akan kontak si A sebagai supllier untuk transfer misalnya 400 ribu. Sehingga si B tidak pernah rugi karena dia selalu membeli barang setelah orang mentransfer dia padahal dia belum punya barang, nah ini yang dinamakan jual beli gharar. Yang nantinya juga akan terkena riba.

Ini biasanya akan terjadi didalam jual beli online.

Insha Allah kita akan bahas kedepannya bagaimana solusi supaya orang tidak terkena jual beli yang diharamkan yaitu menjual belikan barang yang belum dibeli.

Wallahu A’lam Bishawab

Baca juga artikel lainnya di website www.azkasyah.co.id

AZKASYAH PUSAT
(Sulam Tangan Khas Bogor)
Website: https://www.azkasyah.co.id/
FB: http://www.facebook.com/azkasyahpusat
IG: http://www.instagram.com/azkasyah_pusat
WA: 0857-7210-0740
BBM: 5E58AAB2

Wallahu A’lam Bisshowwab

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *